Alasan Mengapa Sebaiknya Menghindari Belanja Online

Kegiatan jual beli online akhir-akhir ini semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat. Hampir semua pengguna internet kini mengenal jual beli online, dan sebagian bahkan menjadi pelaku jualan berbasis sambungan internet tersebut. Data menunjukkan, jumlah pengguna jasa jual beli online terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan peningkatan jumlah transaksi yang sangat signifikan. Bahkan saat ini, jual beli online sudah berkembang menjadi trend dan gaya hidup di kalangan masyarakat, khususnya generasi milenial. Namun, meskipun jual beli online semakin dikenal, tidak sedikit orang yang lebih memilih jual beli langsung dengan mendatangi toko terdekat dibandingkan dengan berbelanja secara online. Belanja online memang menawarkan iming-iming banyak keuntungan dan metode yang praktis. Namun sebenarnya jika dipikir-pikir, berbelanja secara online justru merugikan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa sebaiknya menghindari belanja online.

Baca juga:  Alasan Orang Lebih Memilih Belanja Online

  1. Harus Membayar Ongkos Kirim

Hal yang sangat memberatkan pembeli ketika melakukan belanja secara online adalah harus membayar ongkos kirim. Ongkos kirim yang dibebankan bahkan bisa lebih mahal dari harga barang yang dibeli. Misalnya ketika membeli sebuah buku secara online seharga Rp. 35.000, ongkos kirim yang dibebankan, jika kota atau alamat tujuan pemesan lumayan jauh dan bobot bukunya cukup berat, ongkos kirimnya bisa sampai Rp. 40.000. Sunggung pemborosan yang tidak perlu. Jika memang sebuah barang bisa didapatkan di tempat terdekat, sebaiknya belanja online dihindari karena akan lebih boros.

  1. Rentan Dikecewakan

Salah satu alasan terbesar kenapa harus menghindari belanja secara online adalah rentan dikecewakan. Banyak yang beranggapan bahwa jual beli online tidak ubahnya membeli kucing dalam karung, sebab pihak pembeli tidak bisa melihat/ menyentuh secara langsung barang yang akan dibelinya, kecuali melalui foto/ gambar. Oleh sebab itu, pembeli rentan kecewa kerena barang yang diterimanya ternyata tidak sama dengan barang yang dipesannya, misalnya tipenya berbeda, atau bahkan bisa jadi barang tersebut diterima dalam keadaan yang rusak. Kurir jasa pengiriman yang cenderung membanting barang akan rentan membuat barang rusak selama proses pengiriman.

  1. Bayar Pajak Transfer

Kebanyakan pembeli online merasa gembira jika mendapat potongan harga ketika berbelanja secara online, atau mendapatkan bonus berupa produk tertentu ketika membeli sebuah barang. Keuntungan potongan harga tersebut memang membuat pembeli online merasa senang. Namun umumnya mereka lupa satu hal, bahwa ketika mentransfer uang dari rekeningnya ke alamat rekening pihak penjual, terdapat beaya transfer yang harus dibayar. Hal ini sering diabaikan oleh pembeli online. Bahkan, beaya transfer antar bank pajaknya bisa sampai enam ribu rupiah, nominal yang sangat besar dibandingkan dengan potongan harga yang diberikan atau ongkos kirim yang dikenakan.

Selain alasan tersebut, alasan lain kenapa harus menghindari belanja online adalah karena barang yang dipesan tidak bisa langsung digunakan, harus menunggu proses pengiriman yang terkadang memakan waktu berhari-hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *