Mengenal Modus Penipuan Jual Beli Online

Jual beli online

Beberapa tahun belakangan ini, jual beli online mulai ngetren di Indonesia. Orang-orang kini bisa membeli atau menjual hampir semua barang melalui Internet. Sayangnya, para penjahat turut memanfaatkan sifat anonim Internet untuk mengambil keuntungan dari pembeli dan penjual yang lengah.

Sebagai contoh, para penipu atau scammers akan menjual sebuah produk—biasanya dengan harga yang sangat murah—hanya agar mereka bisa mencuri data alat transaksi keuangan Anda atau data pribadi Anda. Mereka juga akan mencuri uang Anda dan mengirim Anda barang yang tidak berharga, atau kadang-kadang, tidak mengirimkan apa pun.

Bagi Anda yang berminat membeli mobil/motor secara online, ada baiknya Anda mempelajari kasus penipuan jual beli online berikut ini agar Anda tidak menjadi korbannya.

Kasus 1

Penipu mengiklankan sebuah kendaraan yang sebenarnya tidak ada di sebuah website, biasanya mobil mewah atau mobil sport, dengan harga yang jauh di bawah pasaran. Rincian kendaraan, termasuk foto dan deskripsi, biasanya didapat dari situs-situs resmi.

Seorang pembeli yang tertarik dan ingin melakukan tawar-menawar kemudian mengirim email kepada si penipu, yang merespon dengan mengatakan bahwa mobil masih tersedia tetapi berada di luar negeri. Atau, si penipu akan mengatakan bahwa dia sedang berada di luar negeri tetapi mobil dititipkan di perusahaan jasa pengiriman barang. Si penipu kemudian meminta korban untuk mengirim uang muka atau pembayaran penuh melalui transfer untuk memulai proses “pengiriman.” Agar transaksi tampak lebih meyakinkan, si penipu akan meminta pembeli untuk mengirim uang kepada seorang agen palsu dari pihak ketiga yang mengklaim akan memberikan perlindungan konsumen. Korban yang tidak sadar dirinya sedang ditipu kemudian mengirimkan sejumlah uang, namun pada akhirnya ia sadar sudah tertipu.

Kasus 2

Pada kasus penipuan jual beli online ini, penipu berpura-pura tertarik untuk membeli kendaraan yang dijual di Internet. Si “pembeli” ini menjelaskan bahwa ia mewakili seorang klien yang tertarik pada mobil tersebut, namun karena transaksi sebelumnya gagal, ia menawarkan cek kasir dengan isi dana yang lebih banyak dari harga yang diminta. Si penipu kemudian meminta agar korban mentransfer balik kelebihan dana yang ada di dalam cek kasir tersebut. Jika penjual setuju untuk bertransaksi, penipu akan mengirimkan cek kasir palsu ini melalui jasa kurir cepat (biasanya dari Nigeria). Korban kemudian membawa cek ke bank, dan segera menguangkannya. Karena berpikir bank telah melakukan kliring cek, penjual lalu mentrasnfer dana lebih itu kepada si pembeli. beberapa hari kemudian, cek memantul, dan korban kehilangan sejumlah uang yang ia transfer ke si penipu, ditambah biaya cek memantul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *